KARMA?
Pagi ini seorang kakek-kakek hendak turun tangga warung sebelah rumah saya. Tangan kirinya memegang tongkat, tangan kanannya memegang sebungkus makanan. Saya membantunya turun 5 anak tangga, lalu saya berangkat ke kantor. Sepanjang jalan hari ini, saya naik turun bis 2 kali, dengan mudah dan sopan supir bis metromini dan kopaja berhenti tepat di halte sesuai permintaan saya. KARMA?
Setiap kali pacaran saya lebih sering memutuskan pacar saya duluan. Setelah pacar saya yang terakhir, saya tidak berpacaran selama tujuh tahun setelah itu. Ketika tiba-tiba saya berpacaran, saya diputuskan oleh satu orang yang sama dalam kurun waktu satu tahun. KARMA?
Setiap kali naik taksi, saya melebihkan sekitar Rp 500,- - Rp 1.000,- dari angka yang tertera di argo. Suatu kali saya naik taksi dari Mampang ke Ambasador dalam keadaan lalu lintas padat. Sesampainya di Ambasador, supir taksi tidak punya kembalian untuk uang saya yang Rp 50.000,-. Tidak ada seorang tukang jualan pun yang mau menukarnya untuk kembalian. Pak supir akhirnya menyuruh saya turun tanpa membayar. KARMA?
Saya pernah sekali membohongi pacar saya. Suatu kali saya dibohongi oleh pacar saya mentah-mentah dan saya mengetahuinya. KARMA?
Saya senang membaca. Hampir semua hal saya baca. Ternyata ketika menulis, tulisan saya dibaca orang. KARMA?
Uncategorized |2 Responses to “KARMA?”
Leave a Reply
You know I always love to read your writing Nat…karma or not..
what comes around goes around ..
that’s for sure ..