Itu Aku?

September 30th, 2007

tasss…merekah kulit itu terbuka sobek.
sobek kecil ia garis merah tercipta
tercipta rasa, perih ia berdenyut ia
ia luka yang ternyata punya nyawa
nyawa berlomba dengan ragaku
ragaku yang mengeluarkan darah
darah merah bertetes-tetes jatuh
jatuh dan tetesnya pecah di atas tanah
tanah membasah bulat lalu darah terserap

terserap. hilang. hilang. hilang.
hilang pula denyut sakit itu
sakit itu sudah mati
mati seperti ragaku yang sudah berhenti
berhenti mengeluarkan darah

ah, tapi tidakkah kau melihat?
melihat sebersit warna putih tulang
tulang dan merah yang bukan darah
bukan darah karena itu daging
daging ragaku.

ragaku yang kini hilang
hilang darahnya tinggal daging dan tulang
tulang terbalut luka yang bernyawa
bernyawa dan hidup di dalam ragaku
ragaku yang terus sakit
sakit yang terus berdarah dan berdenyut
berdenyut ngilu bagai tergerus sembilu tumpul
setumpul rasaku yang turut mati
mati setiap kali luka itu pergi
pergi tapi tidak untuk selamanya
selamanya merekah kembali kulit itu terbuka
terbuka sobek.

sobekannya mencipta lagi garis-garis merah
merah yang indah merah yang tua merah yang aku kenal
aku kenal rasa itu. ngilu itu. perih itu.

perih itu, perih itu aku.




Comments RSS

Leave a Reply

Name (required)

Email (required)

Website

Speak your mind